Kamis, 13 Desember 2018

Nanik S Deyang : "La Nyala dan Keislaman Prabowo"


Baru-baru ini jagad media sosial diramaikan oleh pernyataan dari seorang politikus sekaligus mantan ketua PSSI La Nyala Mataliti yang menyatakan bahwa beliau mengaku menyebarkan kebohongan dan tuduhan kepada Presiden Jokowi adalah PKI, anak kristen dan agamanya tidak jelas.

Disaat yang sama, La Nyala juga menyinggung masalah keislaman Prabowo. La Nyala mengatakan "Soal Islam Jokowo lebih Hebat, Pak Prabowo berani suruh mimpin Sholat?"

Hal ini dikatakan oleh La Nyala saat menyambangi kediaman Cawapres KH. Maruf Amin.
Berikut cuplikan Videonya :



Tentu, dengan adanya kabar yang menghebohkan ini, banyak sekali reaksi dari berbagai kalangan, terutama dari team BPN Prabowo Sandi. Salah satunya mantan wartawati senior Nanik S Deyang.
Berikut pernyataan yang diposting di facebooknya

La Nyala dan Keislaman Prabowo
La Nyala mengatakan kalau Prabowo menang di Madura dia akan potong leher. Hal itu sdh diucapkannya dua kali. Yg pertama sesaat sebelum Jembatan Surabaya -Madura digratiskan dan ngomong lagi kemarin setelah bertemu Kyai Ma'ruf Amien.
Utk urusan Potong Leher, saya tertawa. Apakah Anda percaya La Nyala benar orang yg beragama? Di agama mana yg mengajarkan manusia bisa memastikan sesuatu yg belum terjadi ?? Di Agama mana dan kitab apa yg membolehkan siapapun bertaruh atas sebuah peristiwa yg belum terjadi?
Dalam hal ini La Nyala sdh menempatkan dirinya sama dengan Tuhan , dimana ia bisa melihat apa yg belum terjadi. Lagi pula tanyalah sama orang Madura seberapa kenal mereka dengan La Nyala?
Kemudian dia bicara soal kespiritualan Prabowo dan mengatakan tau persis bagaimana Pak Prabowo dalam beragama Islam. Sy cuman mau mengatakan, waoooow atau oh ya??????.
Saya lima tahun terakhir hampir tiap hari mengenal dng baik Pak PS , atau minimal mengetahui aktivitas beliau. Dalam lima tahun ini saya melihat hanya sekali dia ( La Nyala) bertemu Pak PS jelang Pilkada akhir tahun 2017 di Hambalang. Selebihnya saya mendengar dia sebelumnya sekali bertemu Pak PS di rumah Kartanegara. Itupun tadinya Pak PS sebenarnya ogah menemui.
Dan ujungnya seperti Anda tau kan? Ngamuk habis-habisan karena Pak PS menolak memberi rekom Partai Gerindra utk dia Nyagub di Jawa Timur.
Oh ya jelang Pilpres 2014 dia pernah bertemu Pak PS juga. Jadi artinya apa? Bagaimana orang yg bertemu Pak PS hanya sebagai tamu dan itu hanya beberapa kali dalam sekian tahun kemudian mengaku mengetahui secara detail kespiritualan Pak Prabowo????? Lalu utk meyakinkan menantang Prabowo mjd Imam shalat?
Mohon maaf teman -teman, sy tidak perlu sampaikan seperti apa kespiritualan Pak Prabowo secara detail, tapi saya hanya mau mengatakan bahwa Prabowo 1000 kali lebih beriman dari yg menantang menjadi imam shalat.
Prabowo 1000 kali lebih jujur dan lebih punya hati nurani dari yg sekedar mempertaruhkan lehernya.
Dimana La Nyala berada saat 30 tahun laku Islam mulai dipinggirkan? Bagaima peran Prabowo dalam membela Islam saat itu ? Tanyalah Kyai Roshid juga para Kyai dan Habib yg seangkatan Kyai Roshid. Jadi jangan bertanya orang yg mengenal Pak Prabowo sambil lalu apalagi yg baru bertemu beberapa kali.
Dan saat mungkin La Nyala masih pakai cancut, Prabowo yg berusia 17 tahun sudah nekat akan pergi ke Palestina utk menjadi relawan. Tanyalah cerita ini pada kawan karib Prabowo, Habib Maher Algadri!
Jadi mari kita lupakah orang yg berteriak -teriak seolah mengerti siapa itu Prabowo dan keimanan Prabowo.
Pak Prabowo tdk perlu pamer menjadi seorang Imam Shalat, kalau di ranselnya sejak mjd tentara selalu terselip Al'Quran dan sajadah setiap kali beliau turun perang. Dari siapa Prabowo peroleh Al'Quran dan sajadah yg jadi pelindungnya di setiap medan pertempuran tersebut? Jenderal Wismoyo Arismunandar KSAD kala itu.

Silahkan anda menilai sendiri.....

0 komentar

Posting Komentar